Senin (27/10/2025)
Helicopter parenting adalah gaya pola asuh di mana orangtua terlalu sering “mengitari” anaknya, seperti helikopter yang terus berputar di atas kepala. Orangtua dengan tipe ini cenderung selalu mengawasi, mengatur, bahkan mengambil alih urusan anak, mulai dari hal kecil hingga keputusan besar. Niatnya memang baik — ingin melindungi dan memastikan anak sukses — namun tanpa disadari, cara ini bisa membuat anak sulit mandiri, takut mengambil keputusan, dan kurang percaya diri.
Istilah “cinta beralih kendali” menggambarkan ketika kasih sayang orangtua berubah menjadi keinginan untuk mengendalikan hidup anak. Awalnya, cinta membuat orangtua ingin memberi yang terbaik. Namun, jika berlebihan, cinta itu justru mengekang dan membuat anak tidak punya ruang untuk tumbuh. Anak yang selalu “diarahkan” bisa kehilangan kesempatan belajar dari pengalaman dan gagal memahami tanggung jawab atas pilihannya sendiri.
Dalam talk show ini, peserta diajak memahami batas sehat antara perhatian dan pengendalian. Orangtua perlu menyadari bahwa membimbing tidak sama dengan mengatur segalanya. Dengan memberi kepercayaan dan ruang bagi anak, hubungan akan lebih hangat dan saling menghargai. Anak pun belajar menjadi pribadi yang tangguh dan berani mengambil keputusan sendiri.
Kegiatan talk show bertema “Helicopter Parenting – Cinta Beralih Kendali” ini diadakan oleh GKJ Tanjung Priuk, Jakarta dalam rangkaian kegiatan Bulan Keluarga. Mengundang Susi Rio Panjaitan sebagai narasumber untuk memaparkan materi serta menjawab berbagai pertanyaan dari peserta. Melalui kegiatan ini, para orangtua mendapatkan wawasan berharga tentang bagaimana mencintai anak tanpa harus mengendalikan mereka. Talk show ini menjadi pengingat bahwa kasih sejati memberi kebebasan, bukan kendali.
